Pengetatan likuiditas masih menghantui perbankan. Hal ini tercermin pada rasio intermediasi makroprudensial (RIM) sejumlah bank yang masih tinggi. Ambil contoh BNI yang menyatakan hingga akhir kuartal III 2019 lalu posisi RIM ada di level 96,7%. Posisi tersebut tercatat berada di batas atas BI yakni sebesar 94%.
Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta menjelaskan pihaknya memang tengah berupaya untuk mengembalikan likuiditas ke level normal. Untuk mencapai hal tersebut, perseroan kini tengah fokus melakukan optimalisasi earning asset dengan shifting ke aset-aset dengan imbal hasil (yield) yang lebih tinggi.
Herry juga menghimbau bahwa sampai akhir tahun 2019, kondisi likuiditas masih akan ketat. Alhasill, posisi RIM BNI akan diupayakan stabil pada kisaran rata-rata industri yaitu sebesar 95%.
Bukan hanya BNI saja, secara singkat Direktur Kepatuhan BTN Mahelan Prabantarikso juga mengamini bahwa posisi RIM masih cukup tinggi.
Menurut catatan perusahaan, sampai September 2019, RIM BTN sudah mencapai posisi 102,84%. Kendati masuk dalam level tinggi, bank spesialis kredit pemilikan rumah ini menyebut posisi tersebut sudah jauh menurun dibandingkan posisi bulan Agustus 2019 yang mencapai 105,02%.
BTN juga memperkirakan hingga akhir tahun posisi RIM masih akan ada di kisaran 100%. Lagipula, BTN juga masih punya beberapa opsi pendanaan di luar dana pihak ketiga (DPK) hingga akhir tahun, seperti pencairan dana sekuritisasi sebesar Rp 2 triliun dan penerbitan subordinasi sebanyak Rp 3 triliun.
Di sisi lain, BCA justru memiliki likuiditas yang terbilang longgar bila dibandingkan dengan bank pesaing di BUKU IV. Direktur BCA Santoso Liem menuturkan, per September 2019 lalu RIM BCA tercatat sebesar 81,7%.
Di samping itu, loan to deposit ratio (LDR) BCA tetap terjaga sebesar 80,6% pada periode September 2019.
Praktis, posisi itu sudah jauh di bawah rata-rata industri sebesar 94,7% di akhir Agustus 2019 lalu. “BCA akan senantiasa menjaga keseimbangan antara posisi likuiditas dengan pertumbuhan kredit,” imbuh Santoso.
(Sumber: Kontan)