fbpx

One Point Indonesia

Contact Us

Contact Us

Contact Us

Contact Us

Logo One Point Indonesia (Black)
Training and Consultant

Kesepakatan AS-Tiongkok Diperkirakan Tak Dongkrak IHSG

Pelemahan IHSG masih dipengaruhi sentimen pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta bank menurunkan bunga kredit.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (8/11), dibuka menguat 4,90 poin atau 0,08% menjadi 6.170,53. Kemarin, Kamis (7/11) IHSG ditutup melemah 0,84% ke 6.165,62.

Sesaat setelah pembukaan IHSG mengalami koreksi. Mengutip RTI, pukul 10.06 WIB indeks terkoreksi 0,296% menjadi 6.147,39. Tercatat sebanyak 133 saham turun, 191 saham naik, 145 saham stagnan. Total volume sekitar 2,134 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 1,570 triliun.

Pelemahan IHSG kemarin diperkirakan masih akan berlanjut hari ini. Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan pelemahan IHSG masih dipengaruhi sentimen pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta bank menurunkan bunga kredit.

“Hal ini membuat investor khususnya asing melepas saham perbankan dalam jumlah besar,” kata William.

Permintaan penurunan suku bunga kredit membuat investor asing kemarin melakukan aksi jual saham perbankan mencapai Rp 1,36 triliun dengan saham-saham yang nilai jualnya paling besar yakni PT BRI Tbk (BBRI), PT Telekomunikasi Tbk (TLKM) dan PT BCA Tbk (BBCA).

Faktor global seperti kesepakatan menghapuskan tarif perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, dianggap tak berpengaruh signifikan. “Dampaknya memang positif tapi Indonesia kan tidak terlibat langsung dengan perang dagang. Sehingga sentimen dalam negeri lebih mendominasi dalam mempengaruhi indeks,” kata William.

Faktor internal yang positif seperti data cadangan devisa yang naik di atas ekspektasi sebesar US$ 126,7 miliar dari US$124,5 miliar tidak mampu membendung aksi jual investor.

Meski masih berdampak sentimen negatif, Linjar memperkirakan IHSG berpeluang menguat diakhir pekan melihat pelemahan yang cukup signifikan selama dua hari perdagangan dengan support resistance 6140-6280.

Berbeda dengan IHSG, mayoritas bursa saham Asia menguat dipengaruhi kesepakatan antara AS-Tiongkok untuk menurunkan tarif barang impor secara bertahap. “Investor mencari tanda-tanda lebih lanjut bahwa resesi global dapat dihindari,” kata Linjar.

(Sumber: Katadata.co.id)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top