fbpx

One Point Indonesia

Contact Us

Contact Us

Contact Us

Contact Us

Logo One Point Indonesia (Black)
Training and Consultant

Membangun Manajemen Resiko Perbankan, Menjaga Stabilitas Sistem

Onepoint.co.id, Jakarta – Salah satu pilar perbankan adalah manajemen risiko.

Jika tidak mengambil risiko, misalkan tidak memberikan kredit, bank tidak dapat mencetak keuntungan. Tanpa mengambil risiko, bank akan dengan sendirinya mati.

Dengan model bisnis tersebut, kemampuan mengelola risiko menjadi kunci.

Beberapa hal yang sebaiknya menjadi pertimbangan dan fokus dalam mengelola risiko adalah sbb:
1. Memperkuat Permodalan.
Boleh dikatakan bahwa bank hidup dari other’s people money. Mayoritas dana adalah simpanan masyarakat, mencapai 90%.

Bagaimana jika pemilik dana tiba – tiba menarik uangnya dalam jumlah besar? Sementara, uang tersebut sedang dipinjamkan yang masa pengembaliannya masih lama.

Menghadapi risiko ini, modal menjadi kritikal. Dengan modal yang cukup, bank mampu menyerap risiko tersebut. Karena itu, bank dituntut memiliki permodalan yang kuat.

2. Memperkuat Pengelolaan Risiko Operasional.
Prinsip yang perlu dibangun dalam pengelolaan risiko operasional adalah (1) harus mempertimbangkan cost & benefit , sehingga alokasi resources difokuskan pada hal – hal yang kritikal; (2) risk awareness bahwa semua karyawan bertanggung jawab dan mengelola risiko.

Pengalaman best-practices di negara – negara lain, pengelolaan risiko operasional dilakukan dengan fokus pada dua hal utama, yaitu governance dan assurance.

Governance merupakan pembentukan dan pengelolaan atas proses pengambilan keputusan dan struktur tanggung jawab guna membuat manajemen risiko yang efektif.

Assurance adalah pembuktian kepada manajemen senior, bahwa kebijakan internal dan peraturan eksternal telah dipatuhi dan risiko signifikan telah diidentifikasi dan dikelola secara tepat waktu dan proaktif.

 3. Mengendalikan Kredit Macet.
Risiko kredit tercermin dari tingkat kredit macet. Peningkatan risiko kredit harus diwaspadai karena ini adalah risiko terbesar di perbankan.

Pertama, adanya Kebijakan Kredit (policy).
Kedua, adanya Batasan Eksposur yang menyediakan limit secara jelas untuk risiko finansial.
Ketiga, Wewenang  pengambilan keputusan persetujuan kredit hanya dilakukan oleh pihak yang memang punya kemampuan dan diberi wewenang oleh bank.

(souce:kompasiana)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top