fbpx

One Point Indonesia

Contact Us

Contact Us

Contact Us

Contact Us

Logo One Point Indonesia (Black)
Training and Consultant

OJK Catat 1.399 Mesin ATM Tutup hingga Kuartal III 2025, Dampak Digitalisasi Perbankan

Sumber: aeonmall-bsdcity.com
Sumber foto: aeonmall-bsdcity.com

One Point IndonesiaOtoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penurunan jumlah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Indonesia berdasarkan data surveillance perbankan. Hingga kuartal III 2025, terdapat 1.399 unit mesin ATM yang berhenti beroperasi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data OJK, total mesin ATM, Cash Deposit Machine (CDM), dan Cash Recycling Machine (CRM) di Indonesia tercatat sebanyak 89.774 unit. Jumlah tersebut menurun dari 91.173 unit pada tahun sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa tren penurunan jumlah ATM merupakan bagian dari keputusan bisnis masing-masing bank yang dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan layanan serta efisiensi operasional perbankan. Menurutnya, tren ini berpotensi terus berlanjut seiring meningkatnya adopsi teknologi informasi di sektor keuangan yang telah membawa perubahan signifikan terhadap perilaku, ekspektasi, dan kebutuhan masyarakat dalam mengakses layanan perbankan.

“Yang mana berdampak, pada perubahan perilaku, ekspektasi, dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan dari bank,” kata Dian dalam jawaban tertulis, dikutip, Selasa, 27 Januari 2026.

Dian menjelaskan, adopsi teknologi digital memungkinkan nasabah mengakses layanan perbankan kapan saja dan di mana saja melalui aplikasi dan platform daring. Selain itu, meningkatnya penggunaan sistem pembayaran non-tunai turut mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap transaksi tunai melalui ATM.

Lebih lanjut, Dian menyampaikan bahwa perbankan tetap menjadikan efisiensi operasional sebagai fokus utama. Peningkatan layanan digital dinilai mampu mendukung efisiensi melalui pengurangan biaya infrastruktur fisik serta optimalisasi proses layanan.

“Efisiensi tersebut pada akhirnya dapat memperkuat kinerja keuangan dan mendukung profitabilitas perbankan,” jelasnya.

Selain itu, pemanfaatan teknologi juga mendorong perluasan transaksi non-tunai (cashless) di masyarakat. Menurut Dian, sistem pembayaran cashless dapat membuat transaksi ekonomi berjalan lebih cepat dan efisien.

“Sehingga diharapkan akan lebih mendorong peningkatan aktivitas perekonomian lebih lanjut,” tutup Dian.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top